
Pandawa Group Dipanggil Istana Bahas Isu Sampah, PPJNA 98: Presiden Prabowo Peduli Kelestarian Lingkungan
Politik | 2025-03-11 15:33:12
Pandawa Group, komunitas pemuda asal Bandung yang dikenal karena aksi sosialnya dalam membersihkan tempat-tempat penuh sampah, mendapat undangan ke Istana Negara untuk membahas isu lingkungan. Undangan ini dinilai sebagai bukti kepedulian Presiden Prabowo Subianto terhadap kelestarian lingkungan dan komitmennya dalam menyelesaikan masalah sampah yang masih menjadi persoalan serius di Indonesia.
Ketua Umum Perhimpunan Pergerakan Jejaring Nasional Aktivis 98 (PPJNA 98), Anto Kusumayuda, menilai langkah Prabowo memanggil Pandawa Group merupakan sinyal kuat bahwa pemerintah tidak menutup mata terhadap masalah lingkungan yang selama ini banyak diatasi oleh inisiatif masyarakat.
"Ini bukan sekadar undangan biasa. Ini menunjukkan bahwa Presiden Prabowo memiliki perhatian serius terhadap kelestarian lingkungan dan ingin mendengar langsung dari para pejuang lingkungan di lapangan. Pandawa Group adalah contoh nyata anak muda yang bergerak tanpa mengandalkan pemerintah, tetapi justru mendapat perhatian karena kerja keras mereka," ujar Anto kepada redaksi www.suaranasional.com, Selasa (11/3/2025).
Anto menegaskan bahwa pertemuan antara Pandawa Group dan Presiden Prabowo diharapkan bukan hanya menjadi simbol kepedulian, tetapi juga membuka jalan bagi kebijakan konkret untuk mendukung komunitas lingkungan seperti Pandawa Group.
"Kita tidak ingin ini hanya menjadi pertemuan formalitas. Pemerintah harus menindaklanjuti ini dengan kebijakan nyata, misalnya dengan memberikan dukungan kepada komunitas seperti Pandawa Group, baik dalam bentuk edukasi, bantuan peralatan, hingga regulasi yang lebih tegas terkait pengelolaan sampah," jelasnya.
Anto juga menyoroti bahwa hingga saat ini, persoalan sampah di Indonesia masih belum ditangani secara maksimal. Menurutnya, pendekatan yang dilakukan pemerintah sebelumnya lebih banyak berfokus pada proyek besar tanpa melibatkan komunitas lokal yang justru lebih memahami kondisi di lapangan.
"Saya berharap Presiden Prabowo bisa melihat bahwa solusi terbaik adalah dengan memberdayakan masyarakat. Komunitas seperti Pandawa Group harus didukung, bukan sekadar diapresiasi. Ini harus menjadi awal dari kebijakan yang lebih proaktif dalam menangani masalah lingkungan," katanya.
Pertemuan antara Pandawa Group dan Presiden Prabowo ini diharapkan dapat menghasilkan solusi konkret dalam mengatasi masalah sampah di Indonesia. Banyak pihak menunggu apakah setelah pertemuan ini akan ada kebijakan baru yang mempermudah gerakan sosial seperti yang dilakukan Pandawa Group.
Anto juga menambahkan bahwa kepedulian lingkungan harus menjadi prioritas, terutama di era Prabowo yang ingin membawa Indonesia menuju negara maju. "Kalau kita ingin menjadi negara maju, kita harus mulai dari yang paling mendasar, yaitu kebersihan lingkungan. Tidak ada negara maju yang membiarkan masalah sampah tidak terurus. Oleh karena itu, saya optimis bahwa Presiden Prabowo akan mengambil langkah nyata setelah pertemuan ini," pungkasnya.
Disclaimer
Retizen adalah Blog Republika Netizen untuk menyampaikan gagasan, informasi, dan pemikiran terkait berbagai hal. Semua pengisi Blog Retizen atau Retizener bertanggung jawab penuh atas isi, foto, gambar, video, dan grafik yang dibuat dan dipublished di Blog Retizen. Retizener dalam menulis konten harus memenuhi kaidah dan hukum yang berlaku (UU Pers, UU ITE, dan KUHP). Konten yang ditulis juga harus memenuhi prinsip Jurnalistik meliputi faktual, valid, verifikasi, cek dan ricek serta kredibel.
Komentar
Gunakan Google Gunakan Facebook