Genta

Nelangsa Pasar Turi dalam Sorenya Synchronize Festival Hari Ketiga

Penyanyi dan pencipta lagu Bilal Indrajaya, saat tampil di hari ketiga Synchronize Festival 2023, Ahad (3/9/2023). Dok Rahma Sulistya
Penyanyi dan pencipta lagu Bilal Indrajaya, saat tampil di hari ketiga Synchronize Festival 2023, Ahad (3/9/2023). Dok Rahma Sulistya

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Syahdunya pukul 15.00 WIB saat hari ketiga Synchronize Festival 2023, Ahad (3/9/2023), masih terasa.

District Stage mengalunkan lagu-lagu dari Bilal Indrajaya, saat matahari mulai meninggalkan siangnya untuk menuju sore. Membawakan lagu-lagu yang sebagian besar diciptakan olehnya sendiri, salah satunya adalah “Nelangsa Pasar Turi”.

Ketika memasuki panggung, Bilal langsung membuka penampilannya dengan membawakan “Saujana” dan “Juanda”. “Selamat sore Synchronize Festival. Halo, selamat sore, nama saya bilal, senang sekali bisa main di Synchronize, tepuk tangan untuk kalian semua,” ucap dia.

Scroll untuk membaca

Scroll untuk membaca

Setelah itu, Bilal melanjutkan dengan menyanyikan single keduanya berjudul “Ruang Kecil”. Terdengar suara penonton lebih keras ikut bernyanyi pada lagu ini, karena ini menjadi salah satu hitnya. Ia juga membawakan single pertamanya, “Biar”, yang juga disambut tepuk tangan penonton.

“Lagu berikut ini saya dedikasikan untuk almarhum Jon Kastella. Kita doakan terbaik untuk beliau. Lagu ini terdapat di album baru saya, semoga ada yang familiar,” ucap Bilal sembari memulai musiknya untuk lagu “Dara”.

Musisi berusia 27 tahun itu juga memperkenalkan seluruh personel yang mengiringinya, yang ia sebut ‘pasukan kelas berat’. Ada gitaris, bassis, drumer, kibordis, hingga pemain terompet.

Bilal mengucapkan terima kasih kepada pihak Synchronize hingga kepada penonton. “Akhirnya kesampean main di Synchronize, semoga bisa main lagi tahun depan. Waw, from Malaysia with love. Ada yang dari Bintaro nggak? Tetangga kita,” kata dia.

Ia membawakan juga lagu “Purnama” dan “Bermuda”. Ditutup dengan lagu terbarunya, yang belum pernah ia mainkan secara live. “Lagu berikut tentang sebuah tempat di Surabaya, spesial untuk Synchronize,” ucap pencipta lagu yang sudah memulai karir sejak 2018 itu.

“Nelangsa Pasar Turi” diciptakan Bilal ketika ia melakukan perjalanan dari Stasiun Gambir ke Stasiun Pasar Turi Surabaya. Saat itu, ia merasa kehidupannya sedang terpuruk atau nelangsa karena krisis dari segala sisi.

Di hari ketiga ini, antrean panjang kembali terlihat di pintu masuk festival sejak pukul 13.00 WIB. Ini menunjukkan para pengunjung begitu antusias untuk segera berada di Synchronize Festival 2023, yang tahun ini bertajuk Bhinneka Tunggal Musik.

It's not just a festival, It's a movement, tetap menjadi slogan yang utuh. Di mana Synchronize tahun ini menghadirkan panggung yang spesial, yaitu Panggung Getar buah kolaborasi dengan Kobra Musik.

Founder Kobra Musik, Dado Darmawan, mengatakan panggung ini merupakan jalinan kasih terhadap musisi-musisi orkes, yang disambut baik oleh Synchronize sebagai lembaga pertunjukan musik yang bergairah.

“Synchronize melihat potensi orkes dan juga teman-teman yang tumbuh kembang untuk didorong, diberikan vitamin, asupan gizi melalui panggung. Nah, Panggung Getar ini realisasi sebuah hubungan. Mereka yang tampil berasal dari Sumatera Barat hingga Karawang Timur,” ungkap Dado.

Di hari ketiga dan juga hari terakhir, panggung Synchronize dibuka dengan penampilan Rendy Pandugo di Forest Stage pukul 13.30 WIB. Sama seperti Bilal, ini merupakan panggung Synchronize pertama pelantun “I Don’t Care” itu.

Ikuti Ulasan-Ulasan Menarik Lainnya dari Penulis Klik di Sini
Image

Instagram dan Tiktok @filmusiku